TRAINING AND DEVELOPMENT
Kata
pelatihan atau training dan
pengembangan atau development merupakan
hal yang umum yang telah kita dengar. Namun banyak dari masyarakat belum
mengetahui apa maksud yang sebenarnya dari kata-kata tersebut. Maka dari itu,
hal yang akan dijadikan pembahasan pada kali ini adalah hal tersebut. Selamat
membaca 😊
Dalam dunia kerja, training adalah suatu kegiatan yang direncanakan oleh perusahaan
(institusi) untuk memfasilitasi karyawan dalam proses belajar untuk mencapai
kompetensi dalam pekerjaannya. Noe (dalam Yuwono dkk, 2005). Tujuan pelatihan
itu sendiri adalah untuk membuat karyawan mampu mnguasai pengetahuan,
keterampilan dan perilaku yang dilatihkan dalam program pelatihan, sehingga
dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi secara singkat, kita
mampu mengartikan bahwa training atau
pelatihan merupakan sebuah proses belajar.- Sementara itu, perbedaan training dan development dapat diketahui dari pengertian mengenai konsep pengembangan yang memiliki makna pertumbuhan atau realisasi dari kemampuan seseorang melalui proses belajar yang disadari atapun tidak. Pada tabel berikut akan terlihat jelas perbedaan antara training dan development.
Training
|
Development
|
|
Focus
|
Current
|
Future
|
Use of work experience
|
Low
|
High
|
Goal
|
Preparation for current
job
|
Preparation for change
|
Participant
|
Required
|
Voluntary
|
Sumber Noe (dalam Yuwono dkk, 2005)
|
||
- Perubahan Peran Pelatihan dari Waktu ke Waktu
- Fokus pada keterampilan dan pengetahuan.
- Mengaitkan pelatihan dan kebutuhan bisnis.
- Penggunaan pelatihan untuk menciptakan dan berbagai pengetahuan.
- Filosofi PelatihanUntuk memperdalam pengetahuan mengenai training¸kita perlu memahami filosofi yang ada didalamnyaMenurut Amstrong (dalam Yuwono dkk, 2005) Training Philosophy meliputi:
- Pendekatan strategis dalam pelatihan (strategic approach to training).Merupakan suatu persepektif jangka panjang tentang keterampilan, pengetahuan dan tingkat kompetensi karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan/organisasi.
- Terintegrasi (integrated).Efektifitas suatu pelatihan digunakan untuk menunjang seluruh bagian dalam organisasi.
- Relevan (relevant).
- Berdasarkan pada masalah (problem based).
- Berorientasi pada tindakan (action-oriented).
- Terkait dengan kinerja (performance-related).
- Berkesinambungan (continual).
Amstrong
(Dalam Yuwono dkk, 2005) menyatakan bahwa pelatihan memberikan banyak
keuntungan, diantaranya:
- Meminimalkan budaya untuk proses belajar.
- Meningakatkan kinerja individual, kelompok, dan perusahaan dalam hal keluaran, kualitas, kecepatan dan produktivitas.
- Meningkatkan fleksibilitas operasional dengan meluaskan rentang keterampilan yang dimiliki oleh karyawan (multiskilling).
- Menghasilkan staf yang berkualitas tinggi dengan cara meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka sehingga dapat memperoleh kepuasan kerja yang lebih tinggi karena mereka akan mendapat imbalan yang lebih baik dan dapat berkembang bersama organisasi.
- Meningkatkan komitmen staf dengan mendorong mereka untuk mengidentifikasikan diri terhadap misi dan tujuan organisasi.
- Mampu mengelola perubahan dengan meningkatkan pengertian mereka terhadap alasan untuk berubah dan memberikan mereka pengetahuan serta keterampilan yang mereka butuhkan untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang baru.
- Membantu untuk mengembangkan budaya yang positif dalam organisasi, misalnya budaya yang berorientasi pada peningkatan kerja.
- Memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.
c. Desain Sistem Pelatihan yang Efektif
- Langkah 1: mengaalisa kebutuhan pelatihan
Analisa
terhadap organisasi
- Analisa Strategi Organisasi
- Dukungan manajer dan rekan kerja
- Sumber daya untuk pelatihan
Analisa
terhadap karyawan (person analysis)
- Analisa terhadap karyawan meliputi pertanyaan:
Apakah
buruknya kinerja disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, keterampilan dan
perilaku sehingga pelatihan merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi
persoalan dalam kinerja?
Siapa
sajakah yang perlu mengikuti pelatihan?
Bagaimana
kesiapan karyawan untuk mengikuti pelatihan?
Analisa
terhadap tugas
Analisa terhadap tugas adalah proses identifikasi
terhadap tugas, pengetahuan, keterampilan, perilaku yang perlu diberikan dalam
pelatihan. Ada empat langkah dalam proses Analisa terhadap tugas:
- Memilih pekerjaan yang akan dianalisa.
- Membuat daftar pendahuluan tentang tugas yang dilakukan dalam suatu pekerjaan dengan cara;
- Melakukan wawancara dan observasi terhadap karyawan yang ahli dan manajer mereka.
- Berdiskusi dengan mereka yang telah melakukan tugas.
- Melakukan validasi atau konfirmasi tentang daftar tugas yang telah dibuat.
- Setelah mengidentifikasi tugas, dilakukan identifikasi tentang pengetahuan, keterampilan dan kemampuan pendukung yang dibutuhkan untuk melakukan masing-masing tugas.Langkah 2: menentukan tujuan pelatihanTujuan penelitian yang benar memiliki 4 kriteria, yaitu:
- Dapat diamati (observable)
- Dapat diukur (measureable)
- Dapat dicapai (attainable)
- SpesifikLangkah 3: memastikan kesiapan peserta mengikuti pelatihanKesiapan mengikuti pelatihan meliputi:
- Karakteristik pribadi (kemampuan, sikap, kepercayaan dan motovasi) yang dibutuhkan untuk mempelajari materi pelatihan dan menerapkannya dalam pekerjaan.
- Lingkungan kerja yang dapat memberi fasilitas untuk proses belajar.Langkah 4: menciptakan suatu lingkungan belajarLangkah 5: mengorganisasikan materi pelatihanLangkah 6: memilih metode penelitianSecara umum ada 2 jenis metode pelatihan yaitu
- Metode pelatihan yang tradisional
- Metode presentasi
- Metode Hands-on
- Metode Group Building
- Metode pelatihan yang menggunakan tekhnologi canggih.Langkah 7: mengevaluasi program pelatihanTerdiri dari evaluasi formatif dan sumatif.
Ino Yuwono, Fendy Suhariadi, Seger Handoyo, Fajrianthi, Budi
Setiawan Muhamad, Berlian Gressy Septarini, 2005. Psikologi Industri &
Organisasi. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar