Sabtu, 03 Oktober 2015

Kemandirian dan Kebebasan

KEMANDIRIAN

Kemandirian merupakan suatu perilaku yang terdapat pada individu dan merupakan sebuah pilihan dengan bebas dan merdeka, yang bertujuan untuk tidak merepotkan individu lainnya secara penuh dan tidak bergantung pada otoritas, sehingga akan membentuk sebuah individu yang berinovasi.

Aspek Kemandirian

Menurut Doulvan & Andelson (dalam Steinberg 1993), kemandirian dibagi menjadi tiga, yaitu:

    1. Kemandirian Emosional: merupakan sebuah kemandirian sikap yang yang mampu menyesuaikan diri sesuai dengan keadaan yang sedang dihadapinya. Contohnya: saat berhadapan dengan orang tua, dan tidak merepotkan kedua orang tua lagi dalam hal apapun.
    2. Kemandirian Perilaku: merupakan sebuah kemandirian diri yang dapat mengambil keputusan secara konsekuen, dan berani menerima apapun hasilnya. Contohnya: ketika dihadapkan pada sebuah pilihan dan kita yakin pada pilihan yang kita pilih tersebut. Tanpa takut  dengan hasil yang akan kita dapatkan kedepannya.
    3. Kemandirian Nilai: merupakan sebuah kemandirian individu yang mengacu berdasarkan prinsip-prinsip individu itu sendiri.

Ciri-ciri Kemandirian

Menurut Spencer dan Kass (dalam Ali, 2005), ciri-ciri seseorang yang memiliki sikap mandiri adalah:
1. mampu mengambil inisiatif;
2. mampu mengatasi masalah;
3. penuh ketekunan;
4. memperoleh kepuasan dari usahanya;
5. berusaha menjalankan sesuatu tanpa bantuan orang lain.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemandirian

Internal: Intelegensi, Usia dan Jenis Kelamin.
Eksternal: Kebudayaan dan pada asuh orang tua.

KEBEBASAN

Kebebasan merupakan sebuah sikap seorang individu yang merdeka dan bebas, yang perilakunya hanya mengaku pada apa yang diinginkannya, bukan apa yang dibutuhkannya. contohnya: ketika seseorang berkeinginan untuk berbelanja, Dia memiliki kebebasan utnuk memilih barang yang dia inginkan, dan tetapi, belum tentu barang yang diinginkan bukan yang dia butuhkan, tetapi hanya sekedar diinginkan.